Representasi feminisme interseksional dalam pemberitaan media daring konde.co: Tinjauan analisis wacana kritis Sara Mills

Authors

  • Fatmawati Fatmawati Universitas Jember
  • Agustina Dewi Setyari
  • Bambang Wibisono
  • Akhmad Sofyan
  • Dwi Handayani

Keywords:

analisis wacana kritis, feminisme interseksional, media alternatif

Abstract

Perempuan penyandang disabilitas, sebagai bagian dari aspek sosial feminisme interseksional, sering kali mengalami diskriminasi ganda akibat identitas gender dan disabilitas mereka. Kehadiran Konde.co sebagai media alternatif sangat penting untuk menghadirkan wacana tandingan terhadap realitas ketidakadilan yang dialami oleh perempuan penyandang disabilitas. Tidak hanya itu, Konde.co juga memiliki peran penting untuk menyuarakan isu-isu kelompok yang terpinggirkan dan mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan representasi feminisme interseksional dalam teks berita media daring Konde.co menggunakan analisis wacana kritis Sara Mills. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan teori analisis wacana kritis Sara Mills yang melihat teks berdasarkan tiga tingkatan unsur linguistik berupa kata, frasa/kalimat, dan wacana. Selain itu, pendekatan ini juga menelaah posisi para aktor berupa subjek serta penulis dan pembaca yang terkandung dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks berita Konde.co secara konsisten menghadirkan wacana feminisme interseksional dengan menempatkan perempuan penyandang disabilitas sebagai subjek utama dalam narasi berita. Hal ini tercermin pada kata-kata dan frasa/kalimat yang dipilih dan disajikan dalam teks. Perempuan penyandang disabilitas dalam teks ini juga digambarkan sebagai subjek yang utuh, yang menyuarakan pengalaman dan realitas mereka terkait tubuh mereka. Sementara itu, negara dan sistemnya sebagai bagian dari lembaga-lembaga yang seharusnya menjamin hak-hak perempuan penyandang disabilitas telah gagal melakukannya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifah, N., & Rifa’i, A. 2024. Feminisme dalam Pemberitaan Media Online Konde.co (Studi Analisis Wacana Kritis). Jurnal Perawi: Media Kajian Komunikasi Islam 7(1): 55-79.

Afriantari, R. 2019. Diskursus Feminisme Transnasional: Pengaruh Interseksionalitas dalam Agenda Keamanan Manusia di Asia Tenggara. Jurnal Paradigma Polistaat 2(2): 105-117.

Agusta, S.N., Zafira, G.H., Asy’ari, M.F., Jawad, F., Shandika, A.M., Umar, N. 2023. Gerakan Girl Up dalam Sosialisasi Kesadaran Publik Tentang Isu Pernikahan Anak di Jakarta Pada 2021. Jurnal Al-Azhar Indonesia 4(2): 142-150.

Andriana, M., & Manaf, N.A. 2022, Analisis Wacana Kritis Sara Mills dalam Novel Bekisar Merah Karya Ahmad Tohari. Jurnal Dieksis 14(1): 73-80.

Anggaunitakiranantika. 2022. Memahami Interseksionalitas Dalam Keberagaman Indonesia: Tinjauan dalam Sosiologi Gender. Jurnal IJSED: Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development 4(1): 48-55.

Cahyani, L.D. 2023. Dialog dalam YouTube Akun Relephant: Sebuah Kajian Analisis Wacana Kritis Model Sara Mills. Skripsi. Jember: Universitas Jember.

Chaer, A. 2010. Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

Crenshaw, K. 1989. Demarginalizing the Intersection of Race and Sex: A Black Feminist Critique of Antidiscrimination Doctrine, Feminist Theory and Antiracist Politics. University of Chicago Legal Forum 8(1): 139-167.

Eriyanto. 2011. Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. LkiS, Yogyakarta.

Fenti, F., & Eddyono, A.S. 2021. Analisis Wacana Kritis Tentang Perempuan di Masa Pandemi Covid-19 pada Media Alternatif magdalene.co. Komunikasiana: Journal of Communication Studies 3(2): 123-137.

Hariyadi, C.O. 2023. Representasi Perempuan Merdeka Dalam Buku Kitab Kawin Karya Laksmi Pamuntjak: Analisis Wacana Kritis Model Sara Mills. Skripsi. Jember: Universitas Jember.

Haryatmoko. 2019. Critical Discourse Analysis (Analisis Wacana Kritis): Landasan Teori, Metodologi, dan Penerapan. Depok: Rajawali Pers.

Komnas Perempuan. 2023. Kekerasan Terhadap Perempuan di Ranah Publik Dan Negara: Minimnya Perlindungan dan Pemulihan. Jakarta: Komnas Perempuan.

Komnas Perempuan. 2025. Menata Data, Menajamkan Arah: Refleksi Pendokumentasian dan Tren Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan. Jakarta: Komnas Perempuan.

Lestari, D & Wirdanengsih. 2020. Stereotipe terhadap Perempuan Penyandang Disabilitas di Kota Padang (Studi Pada Perempuan Penyandang Disabilitas Daksa di DPC PPDI Kota Padang). Jurnal Perspektif, 3(2): 262-271.

Melati, N. K. 2023. Membicarakan Feminisme. Yogyakarta: EA Books.

Mills, S. 2002. Feminist Stylistics. London: Routledge.

Rochman, K.L., & Budiantoro, W. 2022. Cyberfeminisme: Pembebasan Psikologi Perempuan di Ruang Digital. Jurnal Kuriositas 15(1): 97-121.

Sobur, A. 2002. Analisis teks media: Suatu pengantar untuk analisis wacana, analisis semiotik, dan analisis framing. PT. Remaja Rosdakarya.

Theda, F. 2014. Representasi Perempuan dan Pergerakan Feminisme dalam Media. https://www.academia.edu/18264007/Representasi_Perempuan_dan_Pergerakan_Feminisme_dalam_Media. [Diakses pada 15 Mei 2024].

Tunggadhewi, A.L., & Dwiningtyas, H. 2018. Memahami Politik Tatapan dalam Film Wonder Woman. Interaksi Online 6(3): 255-256.

To’atin. 2019. Strategi Lembaga Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dalam Pemberdayaan Wanita Disabilitas di Jakarta Pusat. Skripsi. Lampung: Universitas Islam Negeri Raden Intan.

Udasmoro, W & Nayati, W. 2021. Interseksi Gender: Perspektif Multidimensional Terhadap Diri, Tubuh, dan Seksualitas dalam Kajian Sastra. Yogyakarta: UGM Press.

Walters, M. 2021. Feminisme: Sebuah Pengantar Singkat.Yogyakarta: IRCiSoD.

Downloads

Published

2026-01-02