MAKNA SIMBOLIK MANTRA UJUB-UJUB DAN UBORAMPE DALAM TRADISI METRI: KAJIAN SEMIOTIKA PEIRCE

Authors

  • Aulia Rachma Pratiwi Universitas Gadjah Mada

Keywords:

Charles Sanders Peirce, mantra ujub-ujub, metri, semiotika, uborampe

Abstract

Mantra ujub-ujub dan uborampe yang merupakan komponen penting dalam tradisi metri kaya makna simbolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Peirce untuk menganalisis hubungan antara representamen, objek, dan interpretant dalam tradisi metri. Penelitian ini merupakan peenlitian deskriptif kualitatif dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan salah satu tokoh masyarakat. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa elemen-elemen dalam ritual metri tidak hanya berfungsi sebagai tanda verbal atau material, tetapi juga mencerminkan budaya masyarakat Jawa. Mantra ujub-ujub berfungsi sebagai media komunikasi sakral yang menghubungkan manusia dengan entitas spiritual untuk memohon perlindungan dan keselamatan. Uborampe seperti mule metri, cambah, pelas, cabuk katul, jongkong iwel-iwel, buceng kuwat dan bubur sengkolo memiliki makna simbolis yang mencerminkan nilai harmoni, keberkahan, dan perlindungan dari bahaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya revitalisasi tradisi metri agar tetap relevan di tengah modernisasi, salah satunya dengan melibatkan generasi muda melalui adaptasi yang menjaga esensi spiritual dan budaya. Pendekatan partisipatoris ini menjadi strategi penting untuk memastikan tradisi lokal tetap lestari dan menjadi bagian dari identitas budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Fikry, M.F., Mustamar, S., & Pudjirahardjo, C. 2021. “Mantra Petapa Alas Purwo: Kajian Semiotika Riffaterre.” Semiotika: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 20(2):108—119. https://doi.org/10.19184/semiotika.v20i2.11423

Fitrahayunitisna, F. 2018. “Performansi Ujub: Doa dan Komunikasi Tiga Alam dalam Tradisi Bersih Desa Krisik di Blitar Provinsi Jawa Timur”. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 4(2). https://doi.org/10.18784/smart.v4i2.672

Kurniaawati, N. Q. 2021. “Islam Jawa Dan Ritual Slametan Dalam Perspektif Antropologi.” Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, Dan Fenomena Agama, 22(2), 193–204. https://doi.org/10.19109/jia.v22i2.10964

Mahmudah, H. 2022. “Nilai Budaya dalam Sesajen Tradisi Metri: Kajian Antropolinguistik.” In I. Alimansyar & J. Hunari Gulo (Eds.), TALENTA Conference Series: Local Wisdom, Social and Arts (Vol. 5, pp. 60–68). TALENTA Publisher Universitas Sumatera Utara.

Mardiana, N., Andharu, D., Fadillah, M. R. I., & Setyawan, D. 2023. “Exploring the Mindset of Wonosari Village Citizens in the Mantra of the Grebeg Memetri Tradition, Tutur District, Pasuruan District (Ethnosemiotic Study)”. Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature, 3(3), 222–230. https://doi.org/10.54012/jcell.v3i3.235

Mustakim, M. 2021. “Slametan Metri: Studi Kasus di Dusun Ngelgok Desa Kranding Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri.” Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam Dan Tasawuf, 7(2), 172–188.

Nathaniel, A., & Sannie, A.W. 2018. “Analisis Semiotika Makna Kesendirian pada Lirik Lagu “Ruang Sendiri” Karya Tulus.” Semiotika: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 19(2):107—117. https://doi.org/10.19184/semiotika.v19i2.10447

Pangestuti, M. 2021. “Analisis Semiotika Charles S. Pierce pada Poster Street Harassment Karya Shirley,” Jurnal Konfliks, 8(1):25—33. https://doi.org/10.26618/konfiks.v8i1.4783

Pradani, K. I. 2017. Ujub Dalam Tradisi Selamataan Masyarakat di Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo dan Relevansi pada Pendidikan Karakter pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SMA Kajian Etnolinguistik. [Universitas Islam Majapahit]. http://repository.unim.ac.id/id/eprint/511

Prastyo, R. D., & Maryaeni, M. 2019. “Mantra Kenduri Matang Puluh Dina Dusun Dadapan Kecamatan Pagak Kabupaten Malang.” Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 1(2), 29–40. https://doi.org/10.22219/satwika.v1i2.7016

Qori’ah, A., Azhari, W., & Arsyada, R. M. Z. 2018. “Sastra Lisan Mantra Ujub-Ujub: Makna dan Fungsinya dalam Masyarakat Desa Karangrejo Kabupaten Malang Jawa Timur.” Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, Dan Pengajaran, 2(2), 1–15. https://doi.org/10.29407/jbsp.v2i2.12133

Rofi’i, R. 2020. Pesan Dakwah Dalam Tradisi Ujub-ujubKenduri di Desa Ketro Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). [IAIN Ponorogo]. http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/12022

Saleha & Yuwita, M.R. 2023. “Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce pada Simbol Rambu Lalu Lintas Dead End,” Mahadaya, 3(1):65—72. https://doi.org/10.34010/mhd.v3i1.7886

Sucipto, N. H. 2017. “Makna Afektif Dalam Mantra Tradisi Brokohan Padi Desa Suru Sooko-Ponorogo: Kajian Etnosemantik.” Jurnal Bapala, 4(1), 1–12.

Vindriana, N.D., Mustamar, S., & Mariati, S. 2018. “Politik Kebudayaan dalam Novel Sinden Karya Purwadmadi Admadipurwa: Kajian Semiotika Roland Barthes.” Semiotika: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 19(2):76—88. https://doi.org/10.19184/semiotika.v19i2.10463

Wibawani, S. 2023. Menggali Khazanah Budaya Lokal melalui Tradisi Slametan Weton di Desa Pujiharjo Kabupaten Malang. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian, Pengabdian, Dan Diseminasi, 1(1), 692–707.

Yahya, M., Faizah, A., & Soliqah, I. 2022. “Akulturasi Budaya pada Tradisi Wetonan dalam Perspektif Islam.” AMORTI: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 55–67.

Downloads

Published

2025-01-02