Representasi budaya Jawa dalam lirik lagu jaranan

Authors

  • Ira Lukiyanti Universitas Gadjah Mada

Keywords:

budaya Jawa, lagu, makna, simbol

Abstract

Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk menganalisis representasi budaya dalam lirik lagu Jaranan. Representasi budaya yang dianalisis ini mencakup segala nilai-nilai luhur dan simbol-simbol budaya yang secara historis dan kultural telah menjadi tradisi dan budaya turun-temurun. Lagu Jaranan dipilih karena termasuk dalam kategori puisi tradisional yang dinyanyikan. Fakta membuktikan puisi tradisional banyak menyiratkan mantra Jawa yang kental dengan nilai budaya. Tembang dolanan sebagai puisi tradisional tidak terikat ketat dengan aturan puisi memberi nuansa menghibur dengan irama riang di dalamnya. Fenomena tembang dolanan saat ini semakin menarik perhatian di era modern ini. Hal tersebut terlihat dalam program dinas kebudayaan dan pariwisata di Kulon Progo melalui acara merti pedukuhan di 930 dusun di Kulon Progo. Tembang dolanan Jaranan dinyanyikan dalam acara tersebut dan bahkan ada juga yang dikombinasi dengan seni Jaranan. Penelitian ini menggunakan lirik lagu Jaranan sebagai data penelitian. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan catat. Metode kualitatif deskriptif dengan analisis pemaknaan didukung oleh teori semiotika dari Roland Barthes dan teori Geertz difokuskan untuk menggali secara mendalam nilai-nilai budaya dalam lagu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak ditemukan nilai-nilai budaya yang terkandung dan serangkaian simbolik yang dianut dalam lagu Jaranan. Temuan penelitian ini tidak lepas dari dukungan analisis dan teori yang relevan untuk mengungkap dari makna denotasi, bentuk, konotasi, mitos dan simbol.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Danandjaja, J. 2002. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. PT Pustaka Utama Grafiti.

Ensiklopedia Sastra Jawa. 2010. Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Geertz, C. 1973. The Interpretation of Cultures (2nd ed.). Newyork Publishers.

Geertz, C. 1981. Abangan, Santri, Priyayi Dalam Masyarakat. Pustaka Jaya.

Karimah, K. E. 1983. Hakekat dan Hubungan Sifat Individu dan Sosial Masyarakat Jawa Ditinjau Menurut Etika Pancasila. Fakultas Filsafat UGM.

Laksono, A. 2020. Representasi Budaya Lokal dalam Musik Kontemporer Indonesia. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 4.

Nurgiyantoro, B. 2005. Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Gama Press.

Pramono, A. Y. 2023. Merti Pedukuhan Digelar di 930 Dusun di Kulon Progo. Harian Jogja. https://m.harianjogja.com/jogjapolitan, diakses tanggal 03 Juli 2023

Riyatmoko, E. dan S. 2019. Analisis Pemaknaan pada Tembang Campursari “Gugur Gunung” dalam Konteks Gotong-Royong. Sasindo Unpam, 7.

Roland Barthes, penerjemah, Ardiansyah, M. 2020. Roland Barthes: Elemen-elemen Semiologi (E. ah Iyubenu (Ed.); 1st ed.). Basabasi.

Roqib, D. M. 2007. Harmoni dalam Budaya Jawa. STAIN Purwokerto Press.

Royong, H. web. id/goton. 2023. KBBI. https://kbbi.web.id/gotong royong, diakses 03 Oktober 2023

Sonora.id. 2023. Lirik Lagu Jaranan dan Artinya. Sonora.id. https://www.google.com/amp/s/www.sonora.id/amp/423651250/lirik-lagu-jaranan-dan-artinya-lagu-daerah-dari-jawa-tengah

Sudaryanto. 2015. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Sanata Dharma University Press.

Surbono. 2018. Bentuk dan Makna Simbolik Tembang dalam Konteks Upacara Rebo Pungkasan Kembul Sewu Dulur. Universitas Negeri Yogyakarta.

Sutopo. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Universitas Sebelas Maret.

Umi, F. dkk. 2016. Tembang Dolanan Sebuah Refleksi Filosofi Jawa. Balai Bahasa Jawa Tengah.

Widagdo, D. dkk. 2003. Ilmu Budaya Dasar. Bumi Aksara.

Widodo, W. 2018. Mantra Kidung Jawa: Mengurai yang Lingual hingga yang Transendental. Universitas Brawijaya Press.

Yahya, M. 2022. Tembang Jawa dalam Budaya Populer: Analisis Isi Kidung Jawa Modern Sindy Purbawati. Linguistik Dan Sastra, 1.

Downloads

Published

2026-01-02