Parodi dan satire dalam meme: Tinjauan semiotika terhadap “meme jomblo”

Authors

  • Herry Nur Hidayat FIB Universitas Andalas Padang
  • Tienn Immerry FIB Universitas Bung Hatta Padang
  • Femmy Dahlan FIB Universitas Bung Hatta Padang

Keywords:

jomblo, meme, parodi, satire, semiotika

Abstract

Meme dapat disebut sebagai salah satu sarana komunikasi generasi milenial untuk mengungkapkan ide, gagasan, dan perasaan secara bebas di dunia maya (internet). Di sisi lain, meme yang tersebar di internet adalah hasil reduplikasi dan replikasi informasi sosial. Sifat replikasi inilah yang kemudian membuat bentuk komunikasi visual ini lahir dan berkembang dari kreativitas penggunanya. Status jomblo misalnya, muncul dalam wujud yang sangat beragam. Melalui meme pula, jomblo menjadi sebuah status sosial. Menggunakan pendekatan semiotika, artikel ini menganalisis meme bermuatan status jomblo yang beredar di internet. Di samping melalui aspek visual, meme juga dimaknai melalui konteks informasi sosial yang berhubungan erat dengan gambar di dalam meme. Dalam hal ini adalah dalam konteks triadik tanda, objek, dan representamen. Hasilnya, meme jomblo yang tersebar di internet menunjukkan motif parodi dan satire terhadap status jomblo. Penggunaan gambar, foto, dan teks yang ada di dalamnya menegaskan posisi yang sama antara kreator dan pengguna dalam memaknai status jomblo.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Administrator. (2017). Selain “Waspadalah, Waspadalah!” Almarhum Bang Napi Identik dengan 5 Fakta Ini. pikiran-rakyat.com. https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-01287010/selain-waspadalah-waspadalah-almarhum-bang-napi-identik-dengan-5-fakta-ini

Anisa, D. D., Irawanto, B., & Handajani, S. (2018). Peliyanan Terhadap Perempuan Jomblo Dalam Film Indonesia. Universitas Gadjah Mada.

Anuar, F. N., Ahmad, F., & Salleh, S. M. (2018). Meme Sebagai Seloka Persendaan dan Parodi: Impak Dimensi Sosiobudaya. Jurnal Komunikasi Malaysian Journal of Communication, 34(1), 75–96. https://doi.org/https://doi.org/10.17576/JKMJC-2018-3401-05

Asih, N. W. (2013). 7 Makna Kata Jomblo. Kompasiana.com. https://www.kompasiana.com/aneh/55205977813311a47419f7a4/7-makna-kata-jomblo

Cannizzaro, S. (2016). Internet memes as internet signs: A semiotic view of digital culture. Sign Systems Studies, 44(4). https://doi.org/10.12697/SSS.2016.44.4.05

Chandler, D. (2000). Semiotics for Beginners. University of Wales.

Chandler, D. (2002). Semiotics: The Basic. Routledge.

Cindy, N. (2016). Representasi Meme Jomblo Dalam Situs Jejaring Sosial Twitter ( Analisis Semiotika Roland Barthes ). Kom Fisip, 3(2), 1–14.

Cobley, P., & Jansz, L. (1999). Introducing Semiotics (R. Appignanesi (Ed.)). Icon Books UK - Totem Books USA.

Don. (2011). Yao Ming Face. Know Your Meme. https://knowyourmeme.com/memes/yao-ming-face-bitch-please

Hartono, Y. (2011). Aktivitas Komunikasi Masyarakat Melalui Situs Jejaring Sosial. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 15(2), 175–190.

Hidayat, H. N. (2019). United Nation Of Rendang : Meme Dalam Perspektif Strukturalisme Lévi-Strauss. Jurnal Ilmiah Lingua Idea, 10(2), 115–130. https://doi.org/10.20884/1.jili.2019.10.2.2054

Huntington, H. E. (2013). Subversive Memes: Internet Memes as a Form of Visual Rhetoric. AoIR Selected Papers of Internet Research, 14. https://firstmonday.org/ojs/index.php/spir/article/view/8886/7085

Knobel, M., & Lankshear, C. (2007). Online Memes, Affinities, and Cultural Production. In K. Michele & C. Lankshear (Ed.), A New Literacies Sampler. Peter Lang.

Lisnawati, Y. (2017). 7 Sosok di Balik Meme yang Ngehits di Internet, Siapa Saja? Liputan6.com. https://www.liputan6.com/citizen6/read/3176679/7-sosok-di-balik-meme-yang-ngehits-di-internet-siapa-saja

Mahadian, A. B., Sugandi, M. S., & Prasetio, A. (2019). Evolusi Wacana Politik Dalam Internet Meme. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 23(1), 37. https://doi.org/10.31445/jskm.2019.1720

Merrell, F. (2001). Charles Sanders Peirce’s Concept Of The Sign. In P. Cobley (Ed.), The Routledge Companion to Semiotics and Linguistics. Routledge.

Piliang, Y. A. (2010). Hipersemiotika, Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Jalasutra.

Prelo, S. (2016). Kenapa Yaoming Dijadikan Meme? Prelo. https://prelo.co.id/blog/kenapa-yaoming-dijadikan-meme/

Purchase, H. C. (1999). A semiotic definition of multimedia communication. Semiotica, 123(4), 247–259.

Rahayu, S., Herman, D. Z., & Sastra, A. Z. (2019). Meme : Gaya Komunikasi Baru Dalam Interaksi Digital. Prosiding COMNEWS Conference on Communication and New Media Studies, 285–295.

Safitri, H. (2019). Analisis Wacana Humor “Warning, Kalo Jomblo Ga Usah Pake Nyalip” Pada Stiker Di Kendaraan. Proceeding of The 3rd Indonesian International Conference on Linguistics, Language Teaching, Literature and Culture, 112–121.

Sergap. (2007). Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Sergap_(acara_TV)

Shifman, L. (2013). Memes in a Digital World: Reconciling with a Conceptual Troublemaker. Journal of Computer-Mediated Communication, 18(3), 362–377. https://doi.org/10.1111/jcc4.12013

Solikha, N. (2017). Mulai Teriakan Waspada Sampai Topeng Setengah, Ini 7 Ciri Khas yang Bikin Bang Napi Susah Dilupain. Boombastis.com. https://www.boombastis.com/bang-napi-susah-dilupakan/123479

Sudarsono, S. C. (2017). Diskreditisasi Dan Resistansi Jomblo Yang Terepresentasi Dalam Wacana Meme Humor. Prosiding Seminar Tahunan Linguistik 2017, 415–419.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Kelima). Balai Pustaka.

Downloads

Published

2026-01-02